Jumat, 27 April 2012

TUGAS 6


FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INVESTASI
Kekuatan ekonomi utama yang menentukan investasi adalah hasil biaya investasi yang ditentukan oleh kebijakan tingkat bunga dan pajak, serta harapan mengenai masa depan.
aktivitas investasi merupakan faktor yang sangat penting dalam menggerakkan dan mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara. Namun ada berbagai pertimbangan yang dirasa perlu oleh para investor yang membuat harapan masuknya investasi, terutama investasi asing terkadang masih sulit untuk diwujudkan di Indonesia.
Indonesia dapat menjadi salah satu tempat tujuan investor dalam menanamkan modalnya. Disini pasti ada hal yang mendorong investor menanamkan modalnya di Indonesia. Factor apa saja yang mempengaruhi investor banyak menanamkan modalnya di Indonesia ??
Disini kami akan membahas mengenai factor yang mempengaruhi investasi….
Factor-faktor yang mempengaruhi investasi adalah :
1.      Pengaruh nilai tukar
Secara teoritis dampak perubahan tingkat / nilai tukar dengan investasi bersifat uncertainty (tidak pasti). Shikawa, mengatakan pengaruh tingkat kurs yang berubah pada investasi dapat langsung lewat beberapa saluran, perubahan kurs tersebut akan berpengaruh pada dua saluran, sisi permintaan dan sisi penawaran domestik. Dalam jangka pendek, penurunan tingkat nilai tukar akan mengurangi investasi melalui pengaruh negatifnya pada absorbsi domestik atau yang dikenal dengan expenditure reducing effect. Karena penurunan tingkat kurs ini akan menyebabkan nilai riil aset masyarakat yang disebabkan kenaikan tingkat harga-harga secara umum dan selanjutnya akan menurunkan permintaan domestik masyarakat. Gejala diatas pada tingkat perusahaan akan direspon dengan penurunan pada pengeluaran / alokasi modal pada investasi. Pada sisi penawaran, pengaruh aspek pengalihan pengeluaran (expenditure switching) akan perubahan tingkat kurs pada investasi relatif tidak menentu. Penurunan nilai tukar mata uang domestik akan menaikkan produk-produk impor yang diukur dengan mata uang domestik dan dengan demikian akan meningkatkan harga barang-barang yang diperdagangkan / barang-barang ekspor (traded goods) relatif terhadap barang-barang yang tidak diperdagangkan (non traded goods), sehingga didapatkan kenyataan nilai tukar mata uang domestik akan mendorong ekspansi investasi pada barang-barang perdagangan tersebut.

2.      Pengaruh tingkat suku bunga
Tingkat bunga mempunyai pengaruh yang signifikan pada dorongan untuk berinvestasi. Pada kegiatan produksi, pengolahan barang-barang modal atau bahan baku produksi memerlukan modal (input) lain untuk menghasilkan output / barang final.






3.      Pengaruh tingkat inflasi
Tingkat inflasi berpengaruh negatif pada tingkat investasi hal ini disebabkan karena tingkat inflasi yang tinggi akan meningkatkan resiko proyek-proyek investasi dan dalam jangka panjang inflasi yang tinggi dapat mengurangi rata-rata masa jatuh pinjam modal serta menimbulkan distrosi informasi tentang harga-harga relatif. Disamping itu menurut Greene dan Pillanueva (1991), tingkat inflasi yang tinggi sering dinyatakan sebagai ukuran ketidakstabilan roda ekonomi makro dan suatu ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan kebijakan ekonomi makro.
Di Indonesia kenaikan tingkat inflasi yang cukup besar biasanya akan diikuti dengan kenaikan tingkat suku bunga perbankan. Dapat dipahami, dalam upayanya menurunkan tingkat  inflasi yang membumbung, pemerintah sering menggunakan kebijakan moneter uang ketat (tigh money policy). Dengan demikian tingkat inflasi domestik juga berpengaruh pada investasi secara tidak langsung melalui pengaruhnya pada tingkat bunga domestik.

4.      Pengaruh infrastuktur
pemerintah mengundang investor guna berpartisipasi menanamkan modalnya di sektor-sektor infrastruktur, seperti jalan tol, sumber energi listrik, sumber daya air, pelabuhan, dan lain-lain. Partisipasi tersebut dapat berupa pembiayaan dalam mata uang rupiah atau mata uang asing. Melihat perkembangan makro-ekonomi saat ini, terutama memperhatikan kecenderungan penurunan tingkat bunga.
Pembangunan kembali infrastruktur tampaknya menjadi satu alternatif pilihan yang dapat diambil oleh pemerintah dalam rangka menanggulangi krisis. Pembangunan infrastruktur akan menyerap banyak tenaga kerja yang selanjutnya akan berpengaruh pada meningkatnya gairah ekonomi masyarakat. Dengan infrastruktur yang memadai, efisiensi yang dicapai oleh dunia usaha akan makin besar dan investasi yang didapat semakin meningkat.

5.      Kemajuan teknologi
Factor ini sangat penting dalam berinvestasi karena teknologi sangat penting dalam akan meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi biaya produksi. Dengan kemajuan teknologi yang dimiliki oleh suatu negara akan memberikan peluang lebih besar pula untukdapat mendorong  masuknya lebih banyak investasi.










FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN DAN PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI
Pertumbuhan ekonomi adalah proses kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Suatu negara dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi apabila terjadi peningkatan GNP riil di negara tersebut.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi

1. Faktor Sumber Daya Manusia, Sama halnya dengan proses pembangunan, pertumbuhan ekonomi juga dipengaruhi oleh SDM. Sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam proses pembangunan, cepat lambatnya proses pembangunan tergantung kepada sejauhmana sumber daya manusianya selaku subjek pembangunan memiliki kompetensi yang memadai untuk melaksanakan proses pembangunan.

2. Faktor Sumber Daya Alam. Sebagian besar negara berkembang bertumpu kepada sumber daya alam dalam melaksanakan proses pembangunannya. Namun demikian, sumber daya alam saja tidak menjamin keberhasilan proses pembanguan ekonomi, apabila tidak didukung oleh kemampaun sumber daya manusianya dalam mengelola sumber daya alam yang tersedia. Sumber daya alam yang dimaksud dinataranya kesuburan tanah, kekayaan mineral, tambang, kekayaan hasil hutan dan kekayaan laut.

3. Faktor Ilmu Pengetahuan dan Teknologi. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat mendorong adanya percepatan proses pembangunan, pergantian pola kerja yang semula menggunakan tangan manusia digantikan oleh mesin-mesin canggih berdampak kepada aspek efisiensi, kualitas dan kuantitas serangkaian aktivitas pembangunan ekonomi yang dilakukan dan pada akhirnya berakibat pada percepatan laju pertumbuhan perekonomian.

4. Faktor Budaya. Faktor budaya memberikan dampak tersendiri terhadap pembangunan ekonomi yang dilakukan, faktor ini dapat berfungsi sebagai pembangkit atau pendorong proses pembangunan tetapi dapat juga menjadi penghambat pembangunan. Budaya yang dapat mendorong pembangunan diantaranya sikap kerja keras dan kerja cerdas, jujur, ulet dan sebagainya. Adapun budaya yang dapat menghambat proses pembangunan diantaranya sikap anarkis, egois, boros, KKN, dan sebagainya.

5. Sumber Daya Modal. Sumber daya modal dibutuhkan manusia untuk mengolah SDA dan meningkatkan kualitas IPTEK. Sumber daya modal berupa barang-barang modal sangat penting bagi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena barang-barang modal juga dapat meningkatkan produktivitas.

SUMBER ::

Jumat, 20 April 2012

TUGAS 5


KEMISKKINAN

Masalah yang sering timbul di perekonomian setiap Negara adalah masalah kemiskinan. Hampir setiap Negara ada masalah kemiskinan. Kemiskinan di sini adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Kemiskinan dapat disebabkan karena kelangkaan alat pemenuhan kebutuhan dasar atau sulitnya memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan timbul akibat dari kemalasan seseorang.
Kemiskinan dapat di pahami dalam berbagai cara. Pemahaman utamanya mencangkup:
1.      Gambaran kurangnya materi yang biasanya mencangkup kebutuhan primer. Dalam hal ini kemiskinan diartikan sebagai situasi kelangkaan barang-barang dan pelayanan dasar.
2.      Gambaran tentang kebutuhan social, termasuk keterkucilan social, ketergantungan  dan ketidakmampuan untuk berpartisipasi dalam masyarakat.
3.      Gambaran tentang kurangnya penghasilan dan kekayaan.
Ada beberapa penyebab yang menimbulkan terjadinya kemiskinan diantaranya adalah:
·         Penyebab individual, melihat kemiskinan sebagai akibat dari perilaku, pilihan dan kemampuan dari si pelaku tersebut.
·         Penyebab keluarga, yang menghubungkan kemiskinan dengan dengan pendidikan keluarga.
·         Penyebab sub-budaya, menghubungkan kemiskinan dengan kehidupan sehari-hari.
·         Penyebab agensi, yang melihat kemiskinan sebagai akibat dari aksi orang lain.
·         Penyebab struktual, kemiskinan merupakan hasil dari struktur social.

TANGGAPAN UTAMA TERHADAP KEMISKINAN:
  • Bantuan kemiskinan, atau membantu secara langsung kepada orang miskin.
  • Bantuan terhadap keadaan individu. Banyak macam kebijakan yang dijalankan untuk mengubah situasi orang miskin berdasarkan perorangan, termasuk hukuman, pendidikan, kerja sosial, pencarian kerja, dan lain-lain.
  • Persiapan bagi yang lemah. Daripada memberikan bantuan secara langsung kepada orang miskin, banyak negara sejahtera menyediakan bantuan untuk orang yang dikategorikan sebagai orang yang lebih mungkin miskin.




PROGRAM PENANGGULANGAN KEMISKINAN
Dalam mengatasi masalah kemiskinan pemerintah harus mempunyai program program untuk mengatasi kemiskinan yang semakin meningkat setiap tahunnya. Beberapa program yang digalakan pemerintah dalam menanggulangi kemiskinan adala dengan cara memfokuskan arah pembangunan pada tahun 2008 pada pengentasan kemiskinan dengan focus terhadap 5 program yakni sebagai berikut:
o   Menjaga stabilitas harga bahan kebutuhan pokok. Program ini bertujuan untuk menjamin daya beli masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan pokok . program yang berkaitan dengan focus ini antara lain:

a.       Penyediaan cadangan beras pemerintah 1 juta ton.
b.      Stabilisasi / kepastian harga komoditas primer.
o   Mendorong pertumbuhan yang berpihak pada rakyat miskin. Program ini bertujuan mendorong terciptanya dan terfasilitasinya kesempatan berusaha yang lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat/keluarga miskin. Beberapa program yang berkenaan dengan fokus ini antara lain:
a.       Penyediaan dana bergulir untuk kegiatan produktif skala usaha mikro dengan pola bagi hasil/syariah dan konvensional.
b.      Bimbingan teknis/pendampingan dan pelatihan pengelola Lembaga Keuangan Mikro (LKM)/Koperasi Simpan Pinjam (KSP).
c.       Pelatihan budaya, motivasi usaha dan teknis manajeman usaha mikro
d.      Pembinaan sentra-sentra produksi di daerah terisolir dan tertinggal
e.       Fasilitasi sarana dan prasarana usaha mikro
f.       Pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir
g.      Pengembangan usaha perikanan tangkap skala kecil
h.      Peningkatan akses informasi dan pelayanan pendampingan pemberdayaan dan ketahanan keluarga
i.        Percepatan pelaksanaan pendaftaran tanah
j.        Peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan berbasis kesempatan berusaha bagi masyarakat miskin.
o   Menyempurnakan dan memperluas cakupan program pembangunan berbasis masyarakat. Program ini bertujuan untuk meningkatkan sinergi dan optimalisasi pemberdayaan masyarakat di kawasan perdesaan dan perkotaan serta memperkuat penyediaan dukungan pengembangan kesempatan berusaha bagi penduduk miskin. Program yang berkaitan dengan fokus ketiga ini antara lain :
a.       Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) di daerah perdesaan dan perkotaan
b.      Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah
c.       Program Pembangunan Daerah Tertinggal dan Khusus
d.      Penyempurnaan dan pemantapan program pembangunan berbasis masyarakat.

o   Meningkatkan akses masyarakat miskin kepada pelayanan dasar. Program ini bertujuan untuk meningkatkan akses penduduk miskin memenuhi kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan prasarana dasar. Beberapa program yang berkaitan dengan fokus ini antara lain :
a.       Penyediaan beasiswa bagi siswa miskin.
b.      Beasiswa untuk mahasiswa miskin dan beasiswa berprestasi.
c.       Pelayanan kesehatan rujukan bagi keluarga miskin
o   Membangun dan menyempurnakan sistem perlindungan sosial bagi masyarakat miskin. Program ini bertujuan melindungi penduduk miskin dari kemungkinan ketidakmampuan menghadapi guncangan sosial dan ekonomi. Program teknis yang di buat oleh pemerintah seperti :
a.       Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak.
b.      Pemberdayaan sosial keluarga, fakir miskin, komunitas adat terpencil, dan penyandang masalah kesejahteraan sosial lainnya.
c.       Bantuan sosial untuk masyarakat rentan, korban bencana alam, dan korban bencana sosial.
d.      Penyediaan bantuan tunai bagi rumah tangga sangat miskin yang memenuhi persyaratan  menjamin keberadaan anak usia sekolahdan penyempurnaan pelaksanaan pemberian bantuan sosial kepada keluarga miskin/RTSM) melalui perluasan Program Keluarga Harapan (PKH).
e.       Pendataan pelaksanaan PKH (bantuan tunai bagi RTSM yang memenuhi persyaratan).


SUMBER ::



Jumat, 13 April 2012

TUGAS 4

TUGAS 4

Membahas tentang pembiayaan tidak pernah lepas mengenai system ekonomi. Dalam system ekonomi sering kita jumpai mengenai bisnis. Bisnis adalah salah satu organisasi yang dibuat oleh individo atau kelompok untuk memperoleh keuntungan. Didalam bisnis membahas mengenai pembiayaan. Pembiayaan itu sendiri adalah semua urusan yang berkaitan dengan masalah dana yang berada dalam perusahaan tersebut.
·       PENGERTIAN PEMBIAYAAN SEKTOR MIKRO DAN CORPORATE.
     Pembiayaan di sector mikro adalah pembiayaan yang berada dalam pada pengusaha di sector mikro. Keuangan dalam sector mikro biasanya menyediakan jasa keuangan untuk perusahaan kecil yang tidak memiliki akses terhadap perbankan. Keuangan mikro juga di defisikan sebagai cara untuk meningkatkan pembangunan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi melalui dukungan dari perusahaan kecil. Keuangan mikro digunakan untuk menggambarkan penyedian jasa keuangan kepada karyawan yang berpenghasilan rendah. Tujuan pembiayaan adalah salah satunya untuk meningkatkan usaha perusahaan kecil terhadap lembaga keuangan ekonomi. Selain itu untuk mendukung dan membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah dengan bantuan dari perusahaan kecil. lembaga keuangan mikro fungsinya adalah selain menghimpun dana juga memberikan pinjaman Mikro yang dapat digunakan membantu UKM dalam mengakses sumber-sumber pembiayaan, dan karakteristik UKM dilihat dari aspek pendapatan lebih mendekati kelompok masyarakat yang dikategorikan miskin namun mendekati memiliki kegiatan ekonomi dan masyarakat berpenghasilan rendah

·   Pembiayaan corporate adalah pembiayaan yang melaksanakan kegiatan usaha dan mengatur hubungan antara pemegang saham, pengurus perusahaan, karyawan dan pihak-pihak yang terkait dalam perusahaan. Tujuan dari pembiayaan ini adalah untuk mendapatkan keuntungan dan memaksimalkan kekayaan pemilik saham.

DARI PEMBAHASAN MENGANAI KEDUA PEMBIAYAAN DI ATAS DAPAT DISIMPULKAN MANA YANG LEBIH MENGUNTUNGKAN !!!

Menurut saya yang lebih menguntungkan adalah pembiayaan di sector mikro. Karena, usaha di Indonesia ini umumnya di kuasai oleh pelaku usaha ekonomi mikro. Karena dalam pembiayaan sector mikro sangat membantu kebutuhan pelaku usaha mikro yang membutuhkan modal untuk bisnisnya dan untuk melindungi usaha mikro dari usaha yang menengah ke atas.

DARI KEDUA PEMBIAYAAN TERSEBUT APA SAJA TANTANGAN YANG DI DAPAT ??

Tantangan yang di dapat dalam sector mikro adalah terlalu cepat waktu pelunasan hutang atau konsumen gagal bayar dan hal tersebut dapat menyebabkan arus kas tidak sesuai perjanjian.
Dan untuk pembiayaan corporate cukup kompleks bagi perusahaan karena pembiayaan ini memiliki resiko yang cukup besar bagi perusahaan yang bersangkutan.

DAFTAR PUSTAKA ::