Sabtu, 28 Desember 2013

generalisasi dan analogi


Tugas 5

1.      Generalissi
·        Mobil menggunakan bahan bakar, motor menggunakan bahan bakar, dan pesawat juga menggunakan bahan bakar. Jadi, semua kendaraan menggunakan bahan bakar.
·        Jika dibakar botol minum akan meleleh, jika dibakar karet akan meleleh, dan jika sedotan dibakar akan meleleh.  Jadi, jika benda plastik dibakar akan meleleh.

2.     Analogi
·        Alam semesta berjalan dengan sangat teratur, seperti halnya mesin. Matahari, bumi, bulan, dan binatang yang berjuta-juta jumlahnya, beredar dengan teratur, seperti teraturnya roda mesin yang rumit berputar. Semua bergerak mengikuti irama tertentu. Mesin rumit itu ada penciptanya, yaitu manusia. Tidakkah alam yang Mahabesar dan beredar rapi sepanjang masa ini tidak ada penciptanya? Pencipta alam tentu adalah zat yang sangat maha. Manusia yang menciptakan mesin, sangat sayang akan ciptaannya. Pasti demikian pula dengan Tuhan, yang pasti akan sayang kepada ciptaan-ciptaan-Nya itu.

·        Budi adalah anak yang penakut sikapnya ini membuatnya sering jadi bahan mainan teman-temannya. Bagai kerbau dicocok hidung ia selalu mengikuti apa kata orang lain. Sehingga ia tidak dapat berkembang dan selalu hanya bisa diam sama seperti kerbau yang hanya bisa diam ketika hidungnya dicocok untuk melakukan apa yang diinginkan tuannnya.

3.     Sebab – Akibat
·        Penebangan hutan liar terjadi di berbagai daerah, oleh sebab itu jika musim hujan datang terjadi banjir dan tanah lonsor

4.     Akibat – Sebab
·        Mandala dikeluarkan dari sekolahnya. Dia jarang masuk kelas, tugas tidak pernah dikumpul, saat ulangan pun dia hanya mengumpulkan kertas jawaban kosong, terakhir dia diketahui ikut dalam tauran antar sekolah.
5.     Akibat – Akibat
·        Pak Amry, guru SMKN 1 Parepare mellihat siswa-siswi kelas 3 melakukan aksi corat-coret seragam putih abu-abu mereka, dia lalu berpikir bahwa siswa-siswi ini setelah melakukan aksi corat-coret seragam akan pergi konvoi motor di tengah jalan yang akan menimbulkan macet dan mengganggu para pengguna jalan yang lain. Pak Amry tidak perlu memikirkan alasan mengapa siswa-siswi kelas 3 melakukan hal itu semua, sudah pasti karena mereka semua dinyatakan lulus sekolah.

TUGAS 6
1.     Generalisasi yang terlalu luas
·        Anak-anak tidak boleh memegang barang porselen karena barang itu cepat pecah.

2.     Analogi yang salah
·        Anto walaupun lulusan Akademi Amanah tidak dapat mengerjakan tugasnya dengan baik.

penalaran deduksi


PENALARAN DEDUKSI SECARA LANGSUNG
1.      Semua ayam adalah memiliki jalu panjang
Sebagian yang berjalu panjan adalah ayam

Semua yang memiliki telinga adalah melahirkan
Sebagian yng melahirkan adalah yang memiliki telinga

2.      Tidak satupun kucing adalahh anjing
Tidak satupun anjing adalah kucing

Tidak satupun apel adalah anggur
Tidak satupun anggur adalah apel

3.      Semua manusia adalah bernafas
Tidak satupun manusia adalah tak bernafas

Semua garam adalah asin
Tidak satupun garam adalah tak asin

4.      Tidak satupun sapi adalah banteng
Semua sapi adalah tak banteng

Tidak satupun wanita adalah pria
Semua wanita adalah tak pria

5.      Semua ES adalah membeku
Tidak satupun ES adalah tak membeku
Tidak satupun yang tak membeku adalah ES

Semua yang lulus kuliah adalah bergelar sarjana
Tidak satupun yang lulus kuliah adalah tak bergelar sarjana
Tidak satupun yang tak begelar sarjana adalah yang lulus kuliah








PENALARAN DEDUKSI SECARA TIDAK LANGSUNG

1.      Semua manusia adalah berakal
Saya adalah manusia
Jadi, saya adalah berakal

Semua orang tua adalah penyayang
Ibu adalah orang tua
Jadi, ibu adalah penyayang

2.      Jika ES di panaskan, ES mencair
ES dipanaskan
Jadi ES mencair
Jika ES tidak dipanaskan, Es tidak mencair
ES tidak dipanaskan
Jadi ES tidak mencair

Jika karet dipanaskan, karet memuai
Karet dipanaskan
Jadi karet memuai
Jika karet tidak dipanaskan, karet tidak memuai
Karet tidak dipanaskan
Jadi karet tidak memuai

3.      Dia seorang ustadz atau maling
Dia seorang ustadz
Jadi dia bukan seorang maling
Dia bukan seorang ustadz
Jadi dia maling

Dia seorang dokter atau pengemis
Dia seorang dokter
Jadi dia bukan seorang pengemis
Dia bukan seorang dokter
Jadi dia pengemis

4.      semua orang yang ingin sukses harus bekerja keras
Aku adalah seorang yang ingin sukses
Jadi aku harus bekerja keras

Semua makhluk hidup membutuhkan air
Manusia adalah makhluk hidup
Jadi manusia membutuhkan air

5.      Belut adalah hewan yang brkulit licin
Saya tidak suka dengan belut
Karena belut berkulit licin
Jika saya melihat belut saya akan menghindar
Karena belut berkulit licin
Jadi, jika saya melihatnya saya akan pergi.

artikel ekonomi


Artikel 1
EMERGING MARKET IN EMERGING COUNTRY

Indonesia sempat mengalami kehancuran ekonomi yang selama ini telah dibangun melalui sendi-sendi kebijakan orde baru mulai merangkak kembali menyusun fondasi perekonomiannya. International Financial Corporation (IFC) mengkaitkan klasifikasi bursa saham dengan klasifikasi negara. Jika negara tersebut masih tergolong sebagai negara berkembang, maka pasar di negara tersebut juga dalam tahap berkembang, meskipun bursa sahamnya berfungsi penuh dan diatur secara baik.

Pasar modal berkembang dapat diidentifikasi melalui suatu negara, apakah negara tersebut merupakan negara maju atau tergolong negara berkembang. Indikatornya adalah pendapatan perkapita dari suatu negara, biasanya yang termasuk dalam negara berpenghasilan rendah sampai menengah. Namun karakteristik yang paling mencolok adalah dilihat nilai kapitalisasi pasarnya yaitu banyaknya perusahaan yang tercatat, kumulatif volume perdagangan, keketatan peraturan pasar modal, hingga kecanggihan dan kultur investor domestiknya.

Konsekuensi pasar modal berkembang adalah nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil. Ukuran suatu kapitalisasi pasar biasanya dilihat dari rasio perbandingan dengan nilai produk domestik bruto suatu negara. Selain itu konsekuensi lainnya adalah terdapatnya volume transaksi perdagangan yang tipis (thin trading) yang disebabkan oleh ketidaksingkronan perdagangan (non-syncronous trading) di pasar. Perdagangan yang tidak singkron disebabkan oleh banyaknya sekuritas yang teracatat tidak seluruhnya diperdagangkan, artinya terdapat beberapa waktu tertentu dimana suatu sekuritas tidak terjadi transaksi (Hartono, 2003).

Indonesia yang sampai saat ini masih tercatat di IFC masih sebagai negara berkembang dengan iklim investasi terburuk di regional Asia Timur. Walaupun dengan catatan seperti itu, pada kenyataannya kita masih dilirik oleh investor asing. Kenyataannya bahwa terdapat perusahaan-perusahaan nasional dengan notabene berada di sektor strategis negara, ditawar oleh beberapa institusi asing melalui akuisisi saham. Terdapatnya aliran dana masuk sebagai investasi yang pada umumnya merupakan penanaman modal asing seharusnya bisa menjadi pendongkrak perekonomian secara makro.

Alasan utama investor asing memindahkan dananya ke negara berkembang adalah karena negara berkembang memiliki potensi-potensi usaha yang belum tergali seluruhnya, seperti pada motif klasik investasi ke negara lain. Michael Fairbanks dan Stace Lindsay konsultan senior pada Monitor Company mengemukakan tujuan investor asing datang ke negara-negara miskin yaitu biasanya hanya melihat kesempatan untuk menarik sumber daya alam , upah kerja murah dan sebagai sasaran produk atau jasa yang tidak berkualitas bagus.
ARGUMENTASI ::
Konsekuensi pasar modal berkembang adalah nilai kapitalisasi pasarnya yang kecil. Ukuran suatu kapitalisasi pasar biasanya dilihat dari rasio perbandingan dengan nilai produk domestik bruto suatu negara. Selain itu konsekuensi lainnya adalah terdapatnya volume transaksi perdagangan yang tipis (thin trading) yang disebabkan oleh ketidaksingkronan perdagangan (non-syncronous trading) di pasar. Perdagangan yang tidak singkron disebabkan oleh banyaknya sekuritas yang teracatat tidak seluruhnya diperdagangkan, artinya terdapat beberapa waktu tertentu dimana suatu sekuritas tidak terjadi transaksi (Hartono, 2003).
PENALARAN ::
Indonesia yang sampai saat ini masih tercatat di IFC masih sebagai negara berkembang dengan iklim investasi terburuk di regional Asia Timur. Walaupun dengan catatan seperti itu, pada kenyataannya kita masih dilirik oleh investor asing. Kenyataannya bahwa terdapat perusahaan-perusahaan nasional dengan notabene berada di sektor strategis negara, ditawar oleh beberapa institusi asing melalui akuisisi saham. Terdapatnya aliran dana masuk sebagai investasi yang pada umumnya merupakan penanaman modal asing seharusnya bisa menjadi pendongkrakperekonomiansecaramakro.

Artikel 2
Pemiskinan petani pangan semakin meluas

SLAWI, KOMPAS.com — Pemiskinan petani pangan semakin meluas. Pendapatan rumah tangga petani saat ini ada yang hanya Rp 300.000 per bulan. Itu pun kalau panen padinya dalam kondisi bagus dan iklim bersahabat. Perlu kebijakan revolusioner untuk mencegah pemiskinan petani yang semakin meluas. Penelusuran Kompas di sejumlah sentra produksi padi di wilayah pantai utara Jawa dari Karawang, Jawa Barat, hingga Tegal, Jawa Tengah, sejak Minggu hingga Selasa (22/2/2011), menunjukkan, pemiskinan petani memang nyata terjadi. Di lapangan, Mujib (35), pemuda warga Desa Randusari, Kecamatan Pagerbarang, Kabupaten Tegal, menyatakan, saat ini ia hanya mengolah lahan sawah 0,25 bau atau sekitar 1.700 meter persegi (1 bau sekitar 0,7 hektar atau 7.096 meter persegi). Lahan ini pemberian orangtuanya, mantan pegawai Kantor Urusan Agama Tegal. Pemilik lahan satu bau itu saat ini menggarap lahan sewa 0,25 hektar. Dengan mengolah lahan 1.700 meter persegi, pendapatan bulanan Mujib hanya Rp 300.000-Rp 400.000 per bulan. Itu pun dengan catatan kalau panen padi tidak ada gangguan. Karena tidak mencukupi kebutuhan, sekalipun dia masih membujang, Mujib mencari tambahan penghasilan dari berjualan benih dan pupuk. Paling tidak untuk kedua usaha sampingannya itu, Mujib mendapatkan tambahan penghasilan bulanan Rp 100.000-Rp 200.000 per bulan. Dengan begitu, total penghasilannya menjadi Rp 500.000-Rp 600.000. Jumlah ini berbeda jauh dari pendapatan ayahnya yang dulu sebagai petani dengan lahan satu bau dan bekerja sebagai pegawai negeri sipil. ”Meski saya sudah cari tambahan penghasilan, tetap kecil pendapatannya,” kata Mujib, yang pernah juga mencoba membudidayakan lele, tetapi malah merugi Rp 700.000. Berharap mendapat tambahan penghasilan, ia justru merugi.Hadi Subeno (50), petani dari Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, saat ditemui sedang menjadi buruh panen di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, mengatakan, selama ini ia hanya bertani pada lahan sewa seluas 1.700 meter persegi. Dengan biaya sewa tanah sebesar Rp 1,5 juta sekali musim tanam, ia sering tidak bisa mendapatkan hasil. Rata-rata, hasil penjualan padi pada lahan tersebut sebesar Rp 2,5 hingga Rp 3 juta. Padahal, ia juga masih harus mengeluarkan biaya tanam sekitar Rp 1 juta. ”Sering tidak dapat apa-apa, tidak nombok, tetapi juga tidak untung,” katanya.

ARGUMENTASI ::
kata Mujib, yang pernah juga mencoba membudidayakan lele, tetapi malah merugi Rp 700.000. Berharap mendapat tambahan penghasilan, ia justru merugi.Hadi Subeno (50), petani dari Desa Pegundan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, saat ditemui sedang menjadi buruh panen di Desa Selapura, Kecamatan Dukuhwaru, Kabupaten Tegal, mengatakan, selama ini ia hanya bertani pada lahan sewa seluas 1.700 meter persegi. Dengan biaya sewa tanah sebesar Rp 1,5 juta sekali musim tanam, ia sering tidak bisa mendapatkan hasil. Rata-rata, hasil penjualan padi pada lahan tersebut sebesar Rp 2,5 hingga Rp 3 juta. Padahal, ia juga masih harus mengeluarkan biaya tanam sekitar Rp 1 juta. ”Sering tidak dapat apa-apa, tidak nombok, tetapi juga tidak untung,” katanya.

PENALARAN ::
SLAWI, KOMPAS.com — Pemiskinan petani pangan semakin meluas. Pendapatan rumah tangga petani saat ini ada yang hanya Rp 300.000 per bulan. Itu pun kalau panen padinya dalam kondisi bagus dan iklim bersahabat. Perlu kebijakan revolusioner untuk mencegah pemiskinan petani yang semakin meluas.



Artikel 3

DEPOK, KOMPAS.com- Kebakaran terjadi di Perumahan Nasional (Perumnas) 1 Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (12/10/2011). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 10.00 menghanguskan dua rumah warga yang saling bertetangga.
Petugas dan enam mobil kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Depok berhasil memadamkan api pukul 10.45. “Syukurlah kebakaran dapat diatasi. Lokasinya mengkhawatirkan bisa merembet ke rumah lain di sekitar sumber api. Tidak ada korban luka maupun tewas dalam peristiwa ini,” tutur Kepala Seksi Operasi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok, Hakim Siregar.
Sumber api berada di rumah warga Jalan Dahlia Perumnas 1 Depok Jaya. Hakim bersama tim pemadam belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran di tempat itu. “Kami akan kembali dahulu ke markas, penyebabnya masih belum kami ketahui,” tutur Hakim.
Wandi (47), warga setempat tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut. Dia kaget mendengar ada warga yang menyampaikan kebakaran. “Memang bahaya jika ada kebakaran, takut melebar ke rumah lain karena padat di sini,” tutur Wandi.

ARGUMENTASI ::
Sumber api berada di rumah warga Jalan Dahlia Perumnas 1 Depok Jaya. Hakim bersama tim pemadam belum dapat menyimpulkan penyebab terjadinya kebakaran di tempat itu. “Kami akan kembali dahulu ke markas, penyebabnya masih belum kami ketahui,” tutur Hakim.
Wandi (47), warga setempat tidak tahu menahu mengenai peristiwa tersebut. Dia kaget mendengar ada warga yang menyampaikan kebakaran. “Memang bahaya jika ada kebakaran, takut melebar ke rumah lain karena padat di sini,” tutur Wandi.
PENALARAN ::
DEPOK, KOMPAS.com- Kebakaran terjadi di Perumahan Nasional (Perumnas) 1 Depok Jaya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Rabu (12/10/2011). Kebakaran yang berlangsung sekitar pukul 10.00 menghanguskan dua rumah warga yang saling bertetangga.
Petugas dan enam mobil kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Depok berhasil memadamkan api pukul 10.45. “Syukurlah kebakaran dapat diatasi. Lokasinya mengkhawatirkan bisa merembet ke rumah lain di sekitar sumber api. Tidak ada korban luka maupun tewas dalam peristiwa ini,” tutur Kepala Seksi Operasi, Dinas Pemadam Kebakaran Depok, Hakim Siregar.

Artikel 4
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anomali
Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.
Namun menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

ARGUMENTASI ::
Namun menurut pengamat ekonomi Indonesia for Global Justice, Salamuddin Daeng, pertumbuhan ekonomi Indonesia tergolong anomali. Alasannya karena pertumbuhan ekonomi tidak diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Ada empat faktor, kata Daeng, yang membuat pertumbuhan ekonomi anomali. Pertama, ekonomi Indonesia digerakkan oleh utang luar negeri yang angkanya terus naik. ”Utang Indonesia terakumulasi mencapai Rp 2.870 triliun. Utang luar negeri bertambah setiap tahun. Utang selanjutnya menjadi sumber pendapatan utama pemerintah dan menjadi faktor pendorong pertumbuhan ekonomi,” paparnya.

PENALARAN ::
Di tengah kondisi dunia yang sedang krisis, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat hasil positif. Pertumbuhan ekonomi triwulan kedua tahun ini mencapai 6,4 persen dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Konsentrasi pertumbuhan tetap terpusat di Pulau Jawa dengan angka 57,5 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia semester I-2012 lebih baik dibandingkan dengan semester I-2011 yang tumbuh sebesar 6,3 persen.


Artikel 5
Secara umum, kita semua sudah tahu apa-apa saja yang menjadi masalah dan sumber masalah Ekonomi di Indonesia. seperti masalah pengangguran, kemiskinan, sulitnya kesehatan, sulitnya pendidikan, keamanan dan sebagainya. atau penyebab dari ulah para koruptor, ulah orang-orang yang ingin menang sendiri, dan lain sebagainya.
Namun dalam artikel ini kita akan lebih membahas bagaimana sebenarnya solusi untukmasalah ekonomi Indonesia tersebut. Dalam pemilihan presiden 8 Juli 2009 lalu para capres dan cawapres mengusung isu ekonomi dalam visi misinya. Hal ini terlihat jelas dengan adanya pemberian porsi khusus dalam masalah ekonomi.
Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono mengatakan tidak akan menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas. Akan ada campur tangan negara. Meski tidak boleh terlalu jauh karena hal itu akan mematikan sektor swasta.
Namun, masih hangat dalam ingatan kita. Pada tahun 1996-1998, ketika Boediono menjabat sebagai Direktur I BI urusan analisa kredit terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 400 triliun. Belum lagi ketika Boediono menjadi Kepala Bappenas. Terkucurlah dana rekap perbankan Rp 600 triliun
ARGUMENTASI  ::
Pasangan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) – Boediono mengatakan tidak akan menyerahkan perekonomian kepada pasar bebas. Akan ada campur tangan negara. Meski tidak boleh terlalu jauh karena hal itu akan mematikan sektor swasta.

PENALARAN ::
masih hangat dalam ingatan kita. Pada tahun 1996-1998, ketika Boediono menjabat sebagai Direktur I BI urusan analisa kredit terkucurlah Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) sebesar Rp 400 triliun. Belum lagi ketika Boediono menjadi Kepala Bappenas. Terkucurlah dana rekap perbankan Rp 600 triliun.