Rabu, 14 Maret 2012

TUGAS 1 SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA


SISTEM EKONOMI
Sistem ekonomi adalah seperangkat unsur ekonomi yang terdiri dari subyek atau obyek yang secara teratur saling berkaitan dan membentuk suatu totalitas untuk mencapai tujuan yang di tetapkan.
Laju proses pembangunan ekonomi di suatu negara sangat di tentukan oleh faktor-faktor domestik seperti kondisi fisik dan sosial serta lokasi geografi, sumber daya alam yang di miliki dan sistem politik serta peranan pemerintah di dalam ekonomi.
Pengalaman Indonesia  sendiri menunjukan bahwa pada zaman pemerintahan orde lama, regim yang berkuasa menerapkan sistem ekonomi tertutup ( inward oriented )  dan lebih mengutamakan kegiatan militer dari pada kekuatan ekonomi serta kesatuan dan stabilitas nasional, ini semua menyebabkan ekonomi nasional pada masa itu mengalami stagnasi dan akibat selanjutnya dari proses pembangunan ekonomi di tanah air pada masa orde lama.
Tiga Sektor Sistem Ekonomi Indonesia
  • Sektor pemerintah atau negara berupa BUMN
  • Sektor swasta, berbagai perusahaan yang tidak menangani bidang yang menguasai hajat hidup orang banyak.
  • Sektor Koperasi, yaitu usaha bersama atas azas kekeluargaan.
Sistem ekonomi digunakan untuk menjalankan kegiatan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat. Sistem ekonomi Indonesia diatur dan di arahkan oleh pancasila, Undang- Undang Dasar 1945, khususnya pasal 33,  dan Garis-Garis Besar Haluan Negara. Dengan demikian dapat di katakan bahwa sistem ekonomi Indonesia adalah pola atau cara mengatur kegiatan ekonomi Indonesia berdasarkan Pancasila, UUD, dan GBHN.
Menurut garis sejarah, bangsa, yaitu masa Orde Lama – masa Orde Baru – masa Reformasi.  Pada saat itulah terjadi perubahan dari berbagai bidang baik sektor ekonomi, sector pembangunan dan sebagainya.
EKONOMI ORDE LAMA
Sebagai tokoh pejuang kemerdekaan, Proklamator sekaligus Presiden pertama indonesia, perekonomian indonesia tidak dapat lepas dari sosok Ir. Soekarno. Sebagai orang yang pertama memimpin Indonesia boleh dibilang Soekarno adalah peletak dasar perekonomian indonesia. Beberapa kebijakan yang diambil dibawah pemerintahan Soekarno diantaranya :
●      Nasionalisasi Bank Java menjadi Bank Indonesia
●      Mengamankan usaha-usaha yang menyangkut harkat hidup orang banyak
●      Berusaha memutuskan kontrol Belanda dalam bidang perdagangan ekspor-impor
●      Serta beberapa kebijakan lainya yang ditujukan untuk memajukan perekonomian indonesia. Dan lebih lengkapnya akan kita bahas di bab berikutnya.
Setelah kemerdekaan ekonomi nasional boleh di katak mengalami stagflasi ( stagflasi adalah stagnasi produksi dengan tingkat inflansi yang tinggi ) yang di sebabkan beberapa faktor -faktor yang penting di antaranya:
  • Akibat kependudukan jepang,
  • Perang dunia II,
  • Perang revolusi,
  • Akibat manajemen ekonomi  makro yang sangat jelek
Akibat dari faktor-faktor  di atas ekonomi nasional mengalami tingkat kenaikan inflansi yang sangat tinggi hingga mencapai lebih dari 500 % menjelang akhir periode lama, defisit saldo neraca pembayaran dan keuangan pemerintah sangat besar dan kegiatan produksi sektor-sektor ekonomi termasuk pertanian dan industri praktis terhenti. Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Usaha-usaha yang dilakukan untuk mengatasi kesulitan-kesulitan ekonomi, pada masa ini salah satunya  : Kasimo Plan yang intinya mengenai usaha swasembada pangan dengan beberapa petunjuk pelaksanaan yang praktis. Dengan swasembada pangan, diharapkan perekonomian akan membaik (Mazhab Fisiokrat : sektor pertanian merupakan sumber kekayaan). Pada masa demokrasi terpimpim kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia, antara lain :
a)Devaluasi yang diumumkan pada 25 Agustus 1959 menurunkan nilai uang sebagai berikut :Uang kertas pecahan Rp 500 menjadi Rp 50, uang kertas pecahan Rp 1000 menjadi Rp 100, dan semua simpanan di bank yang melebihi 25.000 dibekukan.
b)Pembentukan Deklarasi Ekonomi (Dekon) untuk mencapai tahap ekonomi sosialis Indonesia dengan cara terpimpin. Dalam pelaksanaannya justru mengakibatkan stagnasi bagi perekonomian Indonesia. Bahkan pada 1961-1962 harga barang-baranga naik 400%.
c)Devaluasi yang dilakukan pada 13 Desember 1965 menjadikan uang senilai Rp 1000 menjadi Rp 1. Sehingga uang rupiah baru mestinya dihargai 1000 kali lipat uang rupiah lama, tapi di masyarakat uang rupiah baru hanya dihargai 10 kali lipat lebih tinggi. Maka tindakan pemerintah untuk menekan angka inflasi ini malah meningkatkan angka inflasi.
Kegagalan-kegagalan dalam berbagai tindakan moneter itu diperparah karena pemerintah tidak menghemat pengeluaran-pengeluarannya. Pada masa ini banyak proyek-proyek mercusuar yang dilaksanakan pemerintah, dan juga sebagai akibat politik konfrontasi dengan Malaysia dan negara-negara Barat.





EKONOMI ORDE  BARU
Prioritas yang dilakukan adalah pengendalian inflasi dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Modal asing mulai masuk sehingga industrialisasi mulai dikerjakan dan Rencana Pembangunan Lima Tahun (REPELITA) yang pertama dibuat tahun 1968. Pada tahun 1970-an dan awal 1980-an harga minyak bumi melonjak tinggi di pasar dunia sehingga Orde Baru mampu membangun dan mengendalikan inflasi serta membuat pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi. Ekonomi Indonesia menghadapi tantangan berat akibat kemerosotan penerimaan devisa dari ekspor minyak bumi pada awal 1980-an. Kebijakan pembangunan Indonesia yang diambil dikenal dengan sebutan “structural adjustment” dimana ada 4 jenis kebijakan penyesuaian sebagai berikut :
1.      Program stabilisasi jangka pendek atau kebijakan manajemen permintaan dalam bentuk kebijakan fiskal, moneter dan nilai tukar mata uang dengan tujuan menurunkan tingkat permintaan agregat. Dalam hal ini pemerintah melakukan berbagai kebijakan mengurangi defisit APBN dengan memotong atau menghapus berbagai subsidi, menaikkan suku bunga uang (kebijakan uang ketat) demi mengendalikan inflasi, mempertahankan nilai tukar yang realistik (terutama melalui devaluasi September 1986).
2.      Kebijakan struktural demi peningkatan output melalui peningkatan efisiensi dan alokasi sumber daya dengan cara mengurangi distorsi akibat pengendalian harga, pajak, subsidi dan berbagai hambatan perdagangan, tarif maupun non tarif. Kebijakan “Paknov 1988” yang menghapus monopoli impor untuk beberapa produk baja dan bahan baku penting lain, telah mendorong mekanisme pasar berfungsi efektif pada saat itu.
3.      Kebijakan peningkatan kapasitas produktif ekonomi melalui penggalakan tabungan dan investasi. Perbaikan tabungan pemerintah melalui reformasi fiskal, meningkatkan tabungan masyarakat melalui reformasi sektor finansial dan menggalakkan investasi dengan cara memberi insentif dan melonggarkan pembatasan.
4.      Kebijakan menciptakan lingkungan legal dan institusional yang bisa mendorong agar mekanisme pasar beroperasi efektif termasuk jaminan hak milik dan berbagai tindakan pendukungnya.
Dampak negatif kondisi ekonomi Indonesia pada masa Orde Baru antara lain :
a.       Ketergantungan terhadap Minyak dan Gas Bumi (Migas)
Migas merupakan salah satu sumber pendapatan utama bagi anggaran belanja negara. Jadi harga Migas sangat berpengaruh bagi pendapatan negara sehingga turunnya harga minyak mengakibatkan menurunnya pendapatan negara.
b.      Ketergantungan terhadap Bantuan Luar Negeri
Akibat berkurangnya pendapatan dari Migas, pemerintah melakukan penjadualan kembali proyek – proyek pembangunan yang ada, terutama yang menggunakan valuta asing. Mengusahakan peningkatan ekspor komoditi non migas dan terakhir meminta peningkatan pinjaman luar negeri kepada negara – negara.

EKONOMI REFORMASI
Pembangunan ekonomi periode Orde Reformasi berjalan tak jelas arahnya. Pembangunan ekonominya berjalan terseok – terseok, disambut dengan gegap gempita euforia politik rakyat Indonesia yang selama masa Orde Baru dikekang kemudian menjadi bebas lepas di masa Orde Reformasi ini.
Kondisi ekonomi Indonesia mulai membaik dan terkendali setelah dua tahun masa pemerintahan SBY. Sedikit demi sedikit dana subsidi MIGAS ditarik oleh pemerintah mulai dari Bensin, Solar kemudian Minyak Tanah yang selama ini membebani pemerintah. Pemerintah cenderung menyerahkan harga barang pada mekanisme pasar. Interaksi ekonomi domestiknya berwawasan internasional dan mengikuti sistem ekonomi internasional. Secara ekonomi memang menunjukkan kondisi membaik, namun rakyat Indonesia masih banyak yang miskin, pengangguran belum bisa diatasi pemerintah, nilai rupiah masih sekitar 9.000-an per 1 US$, kemampuan daya beli masyarakat Indonesia masih rendah, korupsi masih tinggi tercatat Indonesia termasuk dalam peringkat kelima negara terkorup di dunia (TEMPO, 20 Oktober 2004), dan sebagainya.
Setiap negara berusaha melakukan pembangunan ekonomi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya. Indonesia telah dan sedang melakukan pembangunan ekonomi. Salah satu ciri negara yang melakukan pembangunan ekonomi adalah adanya perubahan struktur ekonomi. Perubahan ini menyangkut perubahan-perubahan komposisi seperti produk nasional, kesempatan kerja, ketimpangan sektoral antardaerah, dll.
Dalam perubahan struktur ekonomi terjadi proses peralihan dan tranformasi dari suatu tingkat ekonomi yang bercorak sederhana ke tingkat yang lebih maju dan mencakup beraneka kegiatan ekonomi.
Pada akhir pembanguan jangka panjang tahap pertama, struktur Indonesia telah berubah dari ekonomi agraris menjadi negara semi industri. Pada pembangunan jangka panjang tahap kedua, target Indonesia  adalah menjadi negara industri baru di Asia yang sejajar dengan Korea Selatan, Singapura, Taiwan, dan Hongkong.
Dalam pembangunan ekonomi jangka pendek dan panjang di perlukan 4 (empat) faktor yang saling keterkaitan, yaitu:
  1. Sumber daya manusia
  2. Ilmu pengetahuan dan teknologi
  3. Sumber daya alam
  4. Pembentukan modal
Peranan sumber daya manusia ( SDM ) paling sentral di antara keempat faktor tersebut karena manusia merupakan pelaksana sekaligus sasaran pembanguana ekonomi Indonesia.
SUMBER ::

Tidak ada komentar:

Posting Komentar